Seorang anak menyusul
Di malam pertamamu
Pondok kecil beratap rumbia
Mengeluarkan cahaya meraih angkasa
Bergemakan akibat teriakan sang istri nelayan
Melahirkan panik hancurkan tahlilan
Radiasi telah membangunkan mereka dan yang tinggal
Dengan air sederhana yang ada
Kobaran mulai padam beserta dinding
Dari celah-celah bara api
Nampak sosok lambaikan tangan
Hangus tak bernyawa
26 Desember 04
malam pertama tahlilan saudara Iwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar